Making My Boss Happy
31 December, 2008 by dodi
Berapa banyak di antara kita yang membenci boss kita? Hampir di mana-mana saya mendengar, membaca dan memperhatikan keluh kesah, kemarahan terpendam, bahkan umpatan seorang anak buah kepada atasannya. Pernahkah mereka membicarakannya secara terbuka kepada atasannya tersebut?
Mr.Sin Sung Youl, adalah orang yang saya anggap interface penyelamat karir saya untuk back on to the right track karna saya sudah hampir tersesat di path karir yang lain. Ingatan saya melayang di bulan Juni 2007 ketika saya sedang kalut-kalutnya mencari pekerjaan (sebagai guru part time atau trainer is a high risk job, men!), panggilan kerja untuk menjadi BTS Engineer di perusahaan saya sekarang saya terima dengan (sangat) antusias.
Somehow, ketika interview dia hanya menjelaskan job desc pekerjaan saya dan langsung dinyatakan diterima. Dengan catatan, saya dipindahkan ke departemen Microwave karna track record pekerjaan saya di Samsung Electronics mendukung pekerjaan tersebut yang memang memerlukan keterampilan berkomunikasi, penguasaan koordinasi, dan pengaturan perencanaan yang rasional.
Beliau bukanlah pribadi yang disukai oleh semua orang di kantor (untuk tidak mengatakan dibenci :-)), sudah cukup kenyang saya mendengar cerita keburukan dia ketika baru masuk. Selidik punya selidik, saya berpikir permasalahannya adalah tidak banyak orang yang mencoba melihat dari sudut pandang dia. Setelah beberapa kali adaptasi (baca: big fight) dengan dia, it grows to be the same emotional bonding. Dia butuh saya untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan saya butuh dia untuk dilindungi karna posisi saya yang insecure (departemen saya selalu menjadi kambing hitam akan banyak trouble di lapangan hiks hiks).
Saya pernah memiliki beberapa bos sebelum dia: Pak Hardiyanto as Senior Manager Purchasing di SEIN, Kim Dae Hwan as Advisor Purchasing di SEIN, dan Mba Tutut as Manager Purchasing di Tyco. Semua bos memiliki sisi kekuatan yang outstanding buat saya. Pak Hardi jago di motivasi, Mr.Kim hebat di kontrol, Mba Tutut kuat di social-chain, maka bos saya yang satu ini punya kekuatan at how he make his staffs feel secure.
Secara pekerjaan saya tidak pernah mengharapkan sesuatu yang lebih dari dia (membimbing saya, mentraining saya - it’s such totally dreams!), saya sudah terbiasa dengan budaya Samsung yang cenderung ‘learning by doing’, maka tidak ada kekecewaan yang mendalam terhadap kinerja beliau selama tepat satu setengah tahun membawahi saya.
Anyway, hari ini, jam 9 malam beliau akan pulang ke Korea. Tadinya kita ingin mengadakan farewell party yang akhirnya berantakan karna kesibukan persiapan pulang beliau, so kita-kita pun berinisiatif untuk memberikan hadiah perpisahan. Pilihan jatuh ke karikatur karna saya pikir hadiah ini akan memorable dalam jangka waktu yang sangat lama. Alhasil inilah hasil karikatur bersama beliau.
Tau apa reaksi beliau, Kawan? Terbahak-bahak! Itu kali pertama saya melihat dia tertawa geli, segeli-gelinya, melihat ekspresi di karikatur tersebut. Dan dengan bangganya dia perlihatkan ke kolega Korea yang lain, yang selalu diakhiri dengan bahakan-bahakan tertawa dari mereka. How do we feel? Relieve!, akhirnya bisa memberikan kebahagiaan terakhir buat dia.
Gambar-gambar selengkapnya bisa dilihat di Flickr saya: http://www.flickr.com/photos/31300041@N04/
Satu pelajaran yang bisa saya petik dari hubungan pekerjaan yang saya alami bersama beliau: Jangan terlalu banyak berharap bahwa bos akan mengerti segala keinginan dan harapan stafnya! Yang perlu kita lakukan adalah open discussion with them. Jika perlu adu argumen sampai emosi, let it be! karna kalau di ujung discussion ada kata sepemahaman tentang masalah tersebut, ikatan emosi itu akan tercipta sedemikian rupa sehingga pasti dengan sendirinya akan membuat hubungan emosi kita akan lebih mudah untuk saling memahami.
Satu petikan kalimat instan pun tercipta untuk persaudaraan dengannya:
Working bond is limited; Brotherhood is limitless
Good bye, Pak Sin! We wish you all the best!


Dude , buatin aku juga dong !!!
gw suka bagian quote-nya….
“brotherhood is limitless….”
@mohaba:
Boleh…. bayar 300ribu berani? huff… huff…
@endo:
ow yeah, ide bagus tuh buat bikinin karikatur boss elo.
Sapa tau elo mau nungguin dia sebelum dia dipulangkan ke Korea hihihi…