Singapore Dreams 2008
4 November, 2008 by dodi
Minggu lalu, saya ’memaksa’ diri saya sendiri untuk ikut dalam silaturahim perpisahan teman saya, Odi (yang sering saya panggil Odid untuk ngebedain dengan nickname nama saya sendiri). Keesokan harinya, dia akan berangkat bersama teman seangkatannya di Departemen Luar Negeri ke Singapura selama 3 bulan. Abroad man… what a great sense of adventure word for me.
Acara ini sebenarnya diadakan bersamaan dengan halal bihalal semua karyawan yang pernah berkecimpung di Purchasing Department, Samsung Electronics Indonesia. Sudah setahun rasanya saya tidak bertemu dengan sahabat-sahabat seperjuangan waktu itu - Ciput, Sevi, Sukma, dan Aal. Kita ambil tempat di Pizza Hut, Met Mall supaya mudah bagi semua orang untuk mencapainya (which means tetep aja sulit bagi orang yang tinggal di Depok macam saya ). Jam setengah tujuh tepat saya bisa tiba di lobi Met Mall-jelas memperbaiki catatan kesukaan saya untuk datang telat ke sebuah acara . Curhat lama dengan Ciput yang ternyata sudah pindah dua kali setelah mengalami kebosanan bekerja di Mattel: Danone dan Areva. Dan satu kutipan yang masih terngiang-ngiang di telinga saya sampai saat ini:
Bener kata lu Dod, ternyata gak enak banget punya bos cewek…
Hehehe… entah kenapa ketika ngedengerin Ciput bercerita, 100% plagiat dari cerita-cerita kegemesan gw atas bos gw waktu di Tyco. Tapi karna gw sangat kangen akan acara ’saling curhat’ jamannya di SEIN, ya gw pun antusias untuk diskusi ama dia (apa ngegosip yak hihihi). Sampai 15 menit kita ngobrol ngalor-ngidul, temen-temen pun berdatangan. Mula-mula wajah-wajah baru purchaser (yang terkesan malu kepada kami yang tua-tua ) sehingga acara pun lebih banyak terbelah menjadi dua kubu, yang tua dan yang muda hehe… Padahal saya ingin sekali bertukar cerita kepada penerus kerjaan saya (yang waktu di jaman saya menjadi satu posisi antik ). Tapi tak apa lah, toh yang menjadi benang merah pertemuan ini bukan saya, tapi Odid….
Hell… kemana Odid!
Gosh, ternyata ini anak masih di Pancoran saat semua pizza berdatangan (tapi jujur sepertinya ada yang salah dengan pemesanan pizzanya, karna sepertinya semua kurang berselera). Alhasil setelah acara-acara foto bersama (bagian dari kewajiban terpenting sebuah acara kumpul-kumpul… ow yeah!), kita pun ngobrol ngalur-ngidul nungguin yang punya acara. Ada Mema yang sudah mengandung anak keduanya (kangen curhat-curhatan error bareng die), Aal yang sekarang udah mesti ngurusin Purchasing Development, Sevi yang ngelahirin sebelum lebaran, dan gw yang tentu saja mendapat rentetan pertanyaan klasik ini:
Jadi kapan kawin?
Oh yeah, Sev. Kayaknya gw baru 27 taun deh, masih panjaaang perjalanan gw hehehe . Entar kalo gw dah punya satu perusahaan baru, rumah di Depok, sama satu vila di Puncak, I’ll invite you directly to SEIN! Promise!
Well, when finally Odi came out, everything’s already stale actually. Iya lah, makanannya udah abis, minuman tinggal gigit-gigit sedotan . Tapi seru juga nyaksiin hasil jepretan kameranya Demas karna Odi terlebih lebih putih, damn excited bout her life, but what the hell dengan muka elo Did, banyak jerawat . Masih inget saat-saat ketika dia curhat tentang seniornya, bosnya, temen-temennya (oke… oke… it means also my seniors , my boss , my friends ). All things payback ya Did! Satu hal yang bisa gw petik dari semuanya adalah bahwa gw kangen masa-masa susah di SEIN dan menjadi berkembang sedemikian indah (satu per satu kita mempunyai jalan sendiri-sendiri untuk mencapai mimpi-mimpi kita) are too gorgeous for me to miss it! Luv you all, guys!
Anyway, counting my journey companies till today: Samsung Electronics Indonesia, Tyco Fire and Security, British International Jakarta, BTA 70, Samsung Telecommunication Indonesia with consume one thousand-and-seven days after releasing from SEIN. What a number!


